Menyudahi Merokok – Cara Menyudahi

Menyudahi Merokok - Cara Menyudahi

Tidak mudah merokok setiap rokok

Perokok gak secara sadar menyadari betapa sulitnya merokok. Itu sebab mekanisme merokok psikologis telah memudar ke alam bawah sadar. Itu melintas secara otomatis setiap kali merokok. Angan mendesak semua tugas rumit yang dipelajari ke alam bawah sadar. Contoh yang dapat digunakan kebanyakan orang merupakan mengendarai mobil. Diwaktu anda pertama kali belajar mengemudi, itu merupakan tugas yang kira-kira tak tertahankan. Begitu banyak hal yang wajib dilakukan, hanya bagi mengoperasikan mobil & kemudian, anda wajib mencermati kemana anda angkat kaki & apa yang dilakukan pengemudi lain! Itu begitu menegangkan. Tetapi, pada akhirnya, semua itu memudar ke alam bawah sadar. Itu masih sama sulitnya, tetapi telah menjadi otomatis sehingga kesadaran anda gak kewalahan. Hal yang sama terjadi pada mekanisme merokok psikologis yang kompleks.

Kesulitan merokok masih jelas. Kalau anda memandang muka seorang perokok, anda dapat memandang ketegangan setiap kali mereka melaksanakan drag. Muka tegang & mata biasanya menyipit. Itu merupakan ekspresi muka yang sama seperti yang dilakukan oleh seorang pengangkat berat bagi mengangkat beban yang berat. Tetapi, pada tingkat sadar, perokok telah menyingkirkan itu; itu diabaikan. Tetapi itu ada di sana dengan setiap batang rokok & sewaktu hari itu, makin banyak rokok yang dihisap, makin letih si perokok. Inilah sebabnya, diwaktu seorang perokok berhasil menyudahi, mereka merasa mempunyai lebih banyak energi! Bukannya mereka mempunyai lebih banyak, itu bukan sebab mereka menyia-nyiakannya yang memicu mekanisme merokok psikologis.

Respon sadar kepada upaya tidak mudah bagi merokok setiap rokok

Meskipun angan sadar mengabaikan upaya ekstrem bagi merokok, angan itu masih terdaftar pada tingkat tertentu. Hal itu mengakibatkan perokok merasa perlu bagi membetulkan mengapa mereka merokok. Bagian selanjutnya dari proses itu merupakan mengidentifikasi alasan-alasan itu. Sebab alasan-alasan itu juga memudar ke alam bawah sadar & gak diteliti, tata cara khusus wajib digunakan bagi mengambilnya. Inilah yang dilakukan the unlearn smoking success system ™ di bagian 2 program.

Perokok begitu gak suka merokok

Kalau anda bertanya terhadap seorang perokok mengapa mereka merokok, mereka bisa jadi ingin mengatakan, mereka menyukainya. Tetapi, kalau anda memandang sikap mereka, jelas mereka gak melangsungkannya. Misalnya, berapa kali anda memandang seseorang merokok di mobil mereka dalam cuaca hujan, dengan jendela diturunkan ke bawah bagi menjauhkan rokok? Dengan apakah rokok di luar maupun jendelanya retak & sebab rokok membuka? Kalau mereka menyukainya, mengapa gak ada di mobil tertutup bersama mereka?

Yang benar merupakan, sebagian luas perokok gak suka merokok tetapi mekanisme psikologis yang mereka buat bertahun-tahun lalu mengharuskan mereka untuk himbauan tidak merokok. Bagi membetulkan melaksanakan apa yang gak mereka senangi, mereka merasionalisasi manfaat dari merokok. Macam apa mereka dapat melaksanakan itu?

Oleh asosiasi

Sudah diketahui sejak pertama psikologi bahwa dengan memasangkan sesuatu bersama, mereka menjadi terkait. Makin banyak emosi di baliknya, makin kokoh hubungannya. Misalnya, anggap orang tua anda mengendarai tipe mobil tertentu. Setiap kali anda memandang mobil itu, anda memikirkan orang tua anda. Meskipun itu bukan orang tuamu & bukan mobil mereka; anda mempunyai asosiasi dalam angan anda.

Seorang perokok membuat katalog rasionalisasi mereka dengan cara yang sama. Mari kita kontrol beberapa di antara lain.

Bagi mengurangi perasaan kecemasan maupun gugup

Salah satu rasionalisasi yang digunakan perokok mengapa mereka merokok merupakan bahwa hal itu mengurangi perasaan khawatir maupun gugup. Dengan kata lain, mereka menyatakan itu menenangkan mereka. Tetapi macam apa mempesona asap yang panas & tercemar yang sarat dengan stimulan ke dalam paru-paru sensitif mereka mengurangi kecemasan maupun kegugupan?

Jawabannya sederhana: gak!

Kalau anda seorang perokok & mengenakan rasionalisasi itu, itu merupakan asosiasi dari kekokohan anda yang ingin menekan respon pertahanan tubuh normal yang membolehkan anda bagi merokok. Diwaktu anda mempesona asap ke dalam sistem anda, anda mengenakan angan anda bagi menekan maupun menghentikan respon batuk, tersedak, & terbakar yang normal kepada asap panas yang tercemar dari rokok yang masuk ke paru-paru anda. Anda ingin membuat diri anda dalam keadaan tenang; menenangkan sistem pertahanan tubuh.

Menjadi, alih-alih rokok menenangkan anda, anda melangsungkannya sendiri sebagai efek sisi sehingga anda dapat mentolerir rokok itu. Itu bukan rokok, itu merupakan asosiasi. Angan anda melaksanakan itu sebab anda telah memerintahkannya bagi melangsungkannya. Apakah anda sadar bahwa anda dapat tenang & santai tanpa rokok? Anda dapat!

Penyebabnya lain dalam catatan yang tercantum dalam bagian itu merupakan: bagi tenang diwaktu marah maupun marah, diwaktu merasa risau, sebagai relaksasi, bagi istirahat dari pekerjaan, diwaktu merasa tertekan, bagi merayakan sesuatu, & bagi memikirkan permasalahan yang tidak mudah. Semua penyebabnya itu, semua efek itu, merupakan hasil dari anda mengenakan angan anda bagi membuat ketenangan luas pada tubuh anda bagi mentolerir rokok. Anda telah memberikan manfaat rokok yang gak diraihnya. Manfaat yang diakibatkan oleh angan anda!

Kunjungi kami di http://www.gosign.co.id