Macam Mana Kami Bisa Meningkatkan Efisiensi Konstruksi Dengan Bim & Design Berbasis Data?

Macam Mana Kami Bisa Meningkatkan Efisiensi Konstruksi Dengan Bim & Design Berbasis Data?

Perusahaan kontraktor menghadapi banyak tantangan, sebab proyek pembangunan berkembang dalam dimensi & kompleksitas. Pada saat yang sama, inovasi & kemajuan yang timbul dalam teknologi mengusik industri. Virtual & augmented reality, kecerdasan buatan (ai), teknologi iot, sistem manajemen info, & platform berbasis cloud yakni beberapa teknologi pengubah games. Semua perkakas ini memperkenalkan peluang yang berpotensi meningkatkan produktivitas & meningkatkan efisiensi. Tapi, proyek pembangunan masih berkinerja kurang baik; mereka melampaui anggaran & menghadapi penundaan secara tertib.

Info ini akan membahas macam mana teknologi yang timbul & pemodelan info bangunan (bim) bisa memfasilitasi transformasi dalam industri arsitektur, teknik, & konstruksi (aec). Fokusnya akan bergantung pada cara-cara supaya proses konstruksi bisa jauh lebih efisien diwaktu tim proyek berkolaborasi secara efektif.

Kinerja proyek konstruksi kurang bagus: mengapa itu terjadi?

Rencana manajemen proyek konstruksi yang dilaksanakan dengan bagus bisa menghindari kinerja yang kurang, kurangi & menyelesaikan masalah sebelum timbul. Mengenakan bim sebagai teknologi yakni trik untuk mengoptimalkan & merampingkan proses sekaligus menghasilkan aliran info yang lebih bagus. Pada saat yang sama, bim sebagai manajemen transformasi bisa membantu peserta proyek untuk mengadopsi cara-cara bekerja baru & pada akhirnya berkolaborasi secara lebih efektif.

Sebelum kami mengusulkan macam mana semua ini dimungkinkan dengan bim, penting untuk kami untuk menjadi uraian yang jelas tentang penyebab signifikan keterlambatan & ketidakefisienan sewaktu proses konstruksi. Kerap kali, mereka terkait dengan transformasi dalam lingkup pekerjaan yang disepakati oleh klien, kontraktor, & arsitek. Diwaktu mereka terjadi sewaktu proses konstruksi, mereka mempunyai imbas keuangan pada proyek, & mereka bisa memperpanjang jadwal dengan mengakibatkan pengerjaan ulang gede.

Kesalahan design maupun bentrokan juga mengakibatkan pengerjaan ulang yang luas, terutama diwaktu mereka dijumpai terlambat dalam proses. Sebab di balik ketidakkonsistenan design yakni bahwa info teknis, gambar & dalam dokumen konstruksi umum disiapkan oleh bermacam disiplin ilmu maupun tim.

Oleh sebab itu, fragmentasi industri mea menjadi koordinasi info di antara bermacam handal dari spesialisasi yang berbeda semakin tidak gampang. Dalam banyak situasi, konflik yang disebutkan di atas bisa dengan cepat berbeda membuat perselisihan konstruksi. Itu bisa mengarah pada proses litigasi maupun pemutusan kontrak antara para pihak, yang sekali lagi amat mahal dalam hal masa & duit.

Bim untuk manajemen proyek konstruksi

Kami bisa menatap bim sebagai teknologi yang mengadakan perkakas yang tepat untuk bermacam disiplin ilmu untuk berkolaborasi dalam rangka menumbuhkan model info yang terintegrasi. Tujuan utamanya yakni untuk mendirikan gedung yang sedianya sebelum konstruksi dimulai. Dengan trik ini, tim bisa menghindari kesalahan, mencium bentrokan, & menyelesaikan sebagian gede aspek design. Tapi, bim jauh lebih dari hanya teknologi. Gak diragukan lagi ini yakni proses manajemen sebab mempunyai imbas positif pada kerja sama antara semua pemangku kepentingan proyek. Fitur bim yang mengoptimalkan proses konstruksi melalui teknologi & alur bekerja manajemen disorot di bawah ini:

Deteksi bentrok

Dengan proyek deteksi clash, tim bisa menyelesaikan masalah konstrukabilitas di pertama proses & dampaknya menghindari konflik di ruang. Integrasi model 3d (arsitektur, struktural, mep, dll.) mengizinkan peserta dari bermacam disiplin ilmu untuk berkolaborasi dengan sukses & mengidentifikasi bentrokan melalui proses otomatis.

Manajemen info (maupun data)

Model bim menaruh banyak data & pada saat yang sama, info berharga tentang setiap aspek bangunan (mis. Peralatan mekanik, resep, uang, fitur pencahayaan, furnitur, dll.). Fakta bahwa semua disiplin ilmu bisa berkolaborasi untuk menjadi model bim terpadu yakni aset untuk semua orang yang terlibat sebab semua info tentang proyek terletak di satu ruang. Apa yang perlu kami ketahui yakni bahwa data mungkin lebih penting daripada geometri 3d sebab nilainya pada bermacam tahap siklus hidup bangunan.

Manajemen masa (4d)

Ini yakni dimensi keempat bim. Ini mengidentifikasi semua aktivitas yang berkaitan dengan jadwal perencanaan & organisasi letak konstruksi. Dengan mengenakan data dalam bim & melalui proses simulasi, aktivitas konstruksi bisa direncanakan & dilacak dengan lebih bagus saat konstruksi berlangsung.

Manajemen uang (5d) & lepas landas kuantitas

Manajemen uang proyek yakni dimensi kelima dari bim. Dengan pemakaian data & info terkait yang terkait dengan komponen tertentu dalam model bim, tim bisa meningkatkan kontrol uang sepanjang siklus proyek. Tidak hanya itu, anggota proyek bisa mengandalkan perkakas design digital, & lepas landas kuantitas untuk terus menguji pemecahan design terhadap uang. Manfaat dari ini yakni bahwa sementara proyek sedang berlangsung & terjadi transformasi, info model memperbarui laporan uang.

Virtual reality (vr) untuk pengambilan keputusan yang lebih bagus

Pemakaian vr meningkatkan komunikasi dengan klien yang gak bisa sepenuhnya memahami gambar kertas & rencana 2d. Contohnya, pemilik bangunan bisa memperoleh uraian yang lebih bagus tentang tempat, resep, malahan sinar yang masuk. Sebagai hasilnya, mereka bisa menjadi keputusan & memutuskan perinci di pertama proses. Itu akan menghindari transformasi terjadi sewaktu fase konstruksi. Tidak hanya itu, dengan vr, peserta proyek dari bermacam disiplin ilmu bisa berkolaborasi secara real-time dalam lingkungan bersama, memeriksa perinci & menunjukkan masalah.